Baccarat plan_BoB global sports betting platform_Roulette Cracking_Indonesia Super Quiz_Dutch online casino

  • 时间:
  • 浏览:0

KOnline casinoaum RohiOnlinOnlinOnline casinoe casinoe casinongya yang berjuang mencari suaka dengan kapal dikenal dengan sebutan ‘manusia perahu’ via tribunnews.com

Ironisnya, dibutuhkan gambar yang sama mirisnya untuk kembali menyadarkan orang akan krisis kemanusiaan lain yang sedang bergejolak di Myanmar. Di negara yang letaknya dekat dengan kita itu, minoritas muslim Rohingya berjuang melawan penindasan di negaranya sendiri selama berpuluh-puluh tahun. Tapi mirisnya, perjuangan itu baru menarik perhatian dunia ketika foto seorang balita Rohingya yang tak lagi bernyawa terdampar di hamparan lumpur bagaikan onggokan barang yang tidak bernilai. Bayi 16 bulan bernama Mohammed Shohayet ini pun dijuluki sebagai ‘Alan Kurdi-nya Rohingya’. 

Tentu masih membekas di ingatan kita, ketika September 2015 lalu, dunia dihebohkan dengan foto seorang bocah yang ditemukan meninggal dan tergeletak di pinggir pantai. Ya itulah foto jasad Alan Kurdi, bocah Suriah berusia tiga tahun yang sempat menjadi trending topic di seluruh dunia dan memicu kemarahan masyarakat internasional. Sejak saat itu pula perhatian masyarakat dunia tertuju pada konflik di Suriah, terutama kota Aleppo.

Bangladesh sampai mengaku kewalahan menerima arus pengungsi dan menutup pintunya untuk sementara via arah.com

Saat melarikan diri, kapal penuh penduduk sipil ditembaki militer Myanmar sampai tenggelam via dailymail.co.uk

Aung San Suu Kyi dikritik habis-habisan atas sikap bungkam pemerintahannya terkait isu ini via cnnindonesia.com

Selama ini nasib mereka hanya bergantung dari belas kasih pemerintah dan warga negara di daerah yang mereka tempati. Beruntung, pemerintah Indonesia masih memilikin nurani dan membiarkan mereka mengungsi. Lantas, mampukah kita menutup mata dari kebrutalan massa di negara tetangga ini? Ini bukan tentang agama, bukan pula tentang ras atau suku, ini tentang kemanusiaan. Etnis Rohingya ialah penghuni dunia yang juga mempunyai hak sama dengan etnis-etnis lainnya. Bukan begitu?

Belum ada inisiatif internasional yang memadai untuk menyelesaikan konflik ini via okezone.com

Rohingya, salah satu etnis yang menduduki  Negara Bagian Rakhine Utara di Myanmar Barat. Jumlah mereka hanya 4% dari total populasi Myanmar, dan mereka selama ini hidup tanpa kewarganegaraan. Mereka menjadi korban kekerasan rasial dan dipaksa menyingkir dari tanah kelahirannya. Tak sedikit diantara mereka yang telah tewas mengenaskan saat berusaha berlabuh ke daratan lain lantaran kelaparan. Tak sedikit pula yang terombang-ambing di tengah lautan lantaran perahu ala kadarnya itu telah kehabisan bahan bakar.

Tak ada manusia yang pantas diperlakukan seperti ini via pepnews.id

Arus pengungsi Rohingya yang keluar dari Myanmar makin deras, meski taruhannya nyawa via tempo.co

Manusia perahu yang ditindas negaranya sendiri dan tidak diinginkan oleh negara lain via islamicreligion.org