Lottery website_Live Casino_Online gambling platform

  • 时间:
  • 浏览:0

Hal tRanking of betting forumsersebut serRanking of betting forumsingkali Ranking of betting forumsdisalah artikan oleh orang-orang di kampung halaman sebagai penolakan. Kami disangka sombong atau apalah sebutannya. Padahal sejatinya memang kami masih punya tanggungan sesuatu yang mesti dikerjakan. Tidak ada sama sekali niatan untuk melupakan kampung halaman, tapi ada 6 hal yang mesti diraih terlebih dahulu.

Desaku yang ku cinta, pujaan hatiku

Barangkali pepatah itulah yang menuntun kami untuk menuntut ilmu sebanyak-banyaknya. Bahkan jarak yang jauh pun rela kami tempuh demi bekal di masa depan. Kami rela menahan rindu ketika kangen rumah. Kami rela berpisah dengan orang-orang yang terkasih demi masa depan yang lebih baik.

Merantau jauh dari kota kelahiran kerap membuat kami rindu akan kampung halaman. Mulai dari masakan Mama, teman-teman lama, sampai suasana desa yang tentram dan damai. Selain rindu, tuntutan dari sanak famili untuk pulang sering kami dengar. Namanya juga tanah kelahiran, tentu kami ingin sekali pulang kalau ada waktu senggang. Namun kenyataannya kami tak selalu bisa pulang karena masih ada kepentingan yang harus didahulukan.

Setelah lulus, banyak pertanyaan “kenapa tidak pulang?” yang disematkan pada kami. Salah satu hal yang membuat kami tidak mencari pekerjaan di kampung halaman adalah minimnya lapangan pekerjaan. Pun kalau ada, pendapatannya tentu tidak seberapa. Boleh jadi karena alasan itulah kita memilih kota perantauan sebagai lumbung untuk memperoleh penghasilan. Tapi hanya satu yang selalu kami ingat, kampung halaman tetaplah tempat penuh kerinduan.

Meski kapan waktunya kami sendiri belum mengetahuinya. Tapi suatu saat nanti akan tiba masanya kembali dan membagi apa-apa yang telah diperoleh dari petualangan kami selama ini di tanah rantuan. Tunggu saja, kami pasti akan kembali.

Banyak cibiran yang mengatakan kami sombong tidak pernah pulang. Sering juga salah mengartikan bahwa kami telah melupakan tempat dimana kami dilahirkan. Hal itu salah benar. Karena bukankah justru karena cinta kampung halaman kita mencari banyak bekal dan pengalaman yang nantinya akan kita berikan kepada kota kelahiran kita?

Itulah 6 hal yang menjadi alasan yang barangkali mewakili mengapa kami jarang pulang ke kampung halaman. Masih banyak mimpi dan cita-cita yang ingin dicapai. Masih ada tugas-tugas yang ingin kami selesaikan. Namun suatu saat nanti kami berjanji pasti akan kembali dari rantauan dengan sesuatu yang berguna bagi tanah rantauan, dengan capaian yang berguna bagi sesama.

Meski tidak semua orang beranggapan seperti ini, tapi umumnya orangtua akan bangga jika anaknya memiliki gelar sarjana. Maka dari itu kami ingin membahagiakan mereka dengan cara menjalani kehidupan berkuliah dengan sungguh-sungguh. Perjuangan mendapatkan gelar sarjana jelas tak mudah, tapi semua akan terbayarkan saat melihat senyum orangtua kala wisuda datang.

Selain menuntut ilmu, kami juga butuh yang namanya kesendirian. Jauh dari orangtua memaksa kami untuk hidup mandiri, menempah diri menjadi seseorang yang tangguh. Sebelumnya mungkin kami hanyalah anak rumahan yang apa-apa selalu ada Mama atau Papa yang menyediakan. Merantau kali ini harapannya tak lain agar kami lebih dewasa lagi dalam menyikapi hidup.

Dari semua aktivitas, entah itu menuntut ilmu atau bekerja mencari penghasilan, semuanya dilandasi dengan keinginan untuk meraih kesuksesan. Dan kesuksesan di sini apabila ditarik kembali bermuara pada kecintaan kami pada keluarga dan juga kampung halaman. Salah satu janji kami pada orangtua dan keluarga juga Harapan kami kesuksesan yang diraih dapat membawa keluarga dan kota kelahiran bangga.

Tuntutlah ilmu sampai langit ke tujuh