Baccarat Crystal_Live Baccarat official website_Baccarat Chinese

  • 时间:
  • 浏览:0

SebeluIndonesian board gamesm DonIndonesian board gamesald TrumIndonesian board gamesp menjadi Presiden AS, prediIndonesian board gamesksi Perang Dunia III mungkin bisa digambarkan dengan jauh lebih sederhana. Sesuai dengan garis ideologi, Cina akan bergabung dengan Rusia sementara Amerika bergabung dengan aliansi-aliansinya di Asia dan Eropa. Namun setelah Trump naik ke kursi kepresidenan, jadi sulit nih memprediksi bagaimana kelak. Karena ada dugaan diam-diam Trump dan Putin punya hubungan ‘mesra’. Tapi yang jelas, ketiga negara sama-sama kuat dan punya kelebihan masing-masing. Ya paling aman sih, kita berdoa supaya perang dunia tak pernah ada.

CIA yang serba rahasia, FSB yang terang-terangan, dan MSS yang pelan tapi pasti

Selain pemain lama seperti AS dan Rusia, kini ada kekuatan baru seperti Cina yang harus diperhatikan. Dinamika hubungan negara-negara adidaya ini sudah tidak bisa lagi ditebak dengan teori-teori lama. Apalagi setelah terpilihnya sosok kontroversial Donald Trump jadi Presiden AS, Perang Dunia III bisa jadi sudah dekat.

Tapi kalau menurutmu siapa yang akan menang, guys?

Pasukannya sama-sama kuat dan punya ciri khas

Rusia dan Cina termasuk negara yang cukup tertutup, termasuk tentang perkembangan nuklirnya

Sebagai Man power yang potensial sekaligus calon korban jika negaranya berperang

Demi kebaikan bersama, semoga saja mereka cukup bijak untuk tidak memulai perang

Soft power seperti ini merupakan elemen penting dalam diplomasi dan perebutan kekuasaan

Putin katanya main belakang biar AS amburadul

Kreativitas Cina dalam mencari keuntungan tak perlu diragukan

Trump selalu berujar bagaimana Cina ‘mencuri’ lowongan pekerjaan AS via money.cnn.com

Kalau dulu poros kekuatan dunia tergambar jelas, Amerika Serikat selalu bersebrangan dengan Rusia. Kekuatan demokrasi akhirnya mendominasi ideologi dunia, dimana tinggal segelintir negara dengan paham komunisme yang bertahan. Namun saat ini tanpa perbedaan ideologi mendasar pun, konflik bersenjata muncul di mana-mana. Ada konflik kemanusiaan Suriah, perpecahan jalur Gaza, atau pergolakan Timur Tengah yang tiap hari berkecamuk. Tentunya dampak konflik-konflik tersebut tak bisa diremehkan, tapi seperti Perang Dunia sebelumnya, potensi perang dunia tetap terletak di tangan negara adidaya.

Perang Dunia terakhir telah berakhir lebih dari 70 tahun lalu. Namun banyak yang masih membicarakannya seakan-akan tragedi itu baru terjadi kemarin. Puluhan juta nyawa melayang dan kehancuran total di berbagai kota, memang bukan sesuatu yang mudah dilupakan dalam satu generasi kehidupan. Demi tidak mengulang kegelapan era Perang Dunia I dan II, seluruh negara di dunia berkomitmen untuk berbenah bersama. Tapi ketika semua negara akhirnya berusaha menjaga kepentingannya masing-masing, siapa yang tahu ke depannya bagaimana?