The world's largest sports betting platform_Indonesia Presidents Cup betting_Online betting platform

  • 时间:
  • 浏览:0

KBBaccarataccaraBaccarattalau tidak percaBaccaratya lihat deh rekam jejak perusahaan-perusahaan raksasa yang sekarang kantornya tersebar di seluruh penjuru dunia ini. Hanya dimulai dengan beberapa karyawan dan tanpa bisa menyewa ruang kantor, 7 perusahaan kelas dunia ini ternyata membangun usahanya dari garasi rumah yang sederhana. Bukti kesuksesan itu bisa dimulai dimanapun.

Semoga kamu terinspirasi memulai langkah untuk membangun usaha. Karena usaha nggak melulu harus diawali dengan modal yang besar dan di gedung tinggi.

Bill Hewlett dan Dave Packard sebermulanya merintis perusahaan mereka (HP) dengan modal $538 (Rp. 7 juta). Adapun produk pertama mereka adalah audio oscillator. Kalau dibandingkan HP saat masih awal berdiri (1939) dengan sekarang, jelas sudah jauh berkembang. Bahkan sempat menjadi salah satu perusahaan perakit PC terbesar di dunia. Garasi milik Dave Packard yang menjadi kantor pertama HP, kini sudah menjadi museum pribadi dan diberi julukan Tempat Kelahiran Silicon Valley.

Tanpa perlu menyewa kantor yang besar dengan budget selangit, kamu tetap bisa merintis usaha. Mungkin kamu bisa mengikuti jejaknya Larry Page dan Sergey Brin yang merancang mesin pencari online di sebuah garasi. Apa yang mereka rintis di tahun 1998 tersebut nggak sia-sia. Mesin pencari tersebut kini menjelma jadi website yang paling banyak dikunjungi di dunia dengan markas yang begitu megah di Califrornia. Buat kamu yang saat ini tengah merintis bisnis online dari dinding kamar, nggak perlu khawatir! Teruslah gigih untuk mengembangkan bisnismu.

Buat kamu yang saat ini tengah merintis bisnis online, kamu bisa belajar caranya mengembangakan bisnis dari seorang Jeff BeBaccaratzos – sang pendiri e-commerce ternama dunia, Amazon.com. Dulu, di tahun 1994 awal mulanya Bezos hanya menjajakan buku saja via online. Sekarang, Amazon tak hanya menjual buku, tapi juga gadget hingga perabot rumah tangga. Kesuksesan Amazon yang kini semakin berkembang menjadi e-commerce yang menjual ragam barang, layak untuk kamu jadikan inspirasi. Dari semula berkantor di garasi, kini sudah memiliki lebih dari 100 gudang di seluruh dunia.

Nampaknya popularitas Apple sebagai perusahaan IT raksasa dunia, sudah tak perlu diragukan lagi. Perusahaan yang lahir dari kerja keras Steve Jobs dan Steve Wozniak ini mulanya hanya memproduksi 50 komputer saja, yang masing-masingnya dijual dengan harga $500. Buatmu yang ingin merintis bisnis di bidang teknologi atau bidang apa pun, kamu tak perlu ragu untuk memulai langkah. Manfaatkan modal yang kamu punya untuk memproduksi barang dalam jumlah yang sedikit dulu. Setelah balik modal, kamu bisa memproduksi dalam jumlah yang lebih banyak.

Di balik kebesaran nama besar Disney saat ini, tahukah kamu kalau perusahaan media sekaligus animasi tersebut dulunya berkantor di garasi? Walt Disney dan saudaranya – Roy, mengerjakan proyek pertama mereka bertajuk “Alice Comedies” di sebuah garasi milik pamannya Walt. “Alice Comedies” kemudian menjadi inspirasi lahirnya Alice in Wonderland versi Disney. Disney yang pada tahun 1923 berkantor di sebuah garasi rumah, kini sudah berubah menjadi perusahaan raksasa yang memproduksi film anak, kartun, serial TV, serta film animasi dengan kualitas visual yang luar biasa.

Garasi HP yang kini menjadi museum. via raszl.com

Bagi sebagian kamu, membangun sebuah perusahaan selalu identik dengan modal yang besar, produksi yang gede-gedean, atau harus menyewa kantor yang mentereng. Wajar saja jika timbul pemikiran kalau membangun perusahaan itu adalah sesuatu yang mustahil. Karena itu juga mungkin kamu tak pernah bisa mengumpulkan keberanian untuk resign dan bekerja untuk dirimu sendiri. Padahal tak ada usaha atau bisnis yang dimulai dengan kepastian atau jaminan untuk berhasil, kebanyakan hanya bermodal keberanian dan sedikit sumber daya.

Pasca drop-out dari kuliahnya, Bill Gates merintis Microsoft bersama temannya Paul Allen di sebuah garasi kecil di Albuquerque. Kini perusahaan yang dimulai dari garasi di tahun 1975 tersebut terus berkembang menjadi perusahaan teknologi raksasa seperti sekarang.

Mattel dirintis oleh Harold “Matt” Matson and Ruth and Elliot Handler. Produk pertama mereka adalah bingkai foto. Kemudian sisa kayu dari hasil produksi supaya tidak mubazir, digunakan untuk membuat boneka. Setelah di jajakan, ternyata boneka lebih laku ketimbang bingkai foto. Jadilah usaha mereka beralih dengan menjajakan boneka. Mattel pun terus berkembang menjadi perusahaan boneka dan mainan terbesar di dunia. Dari mulai berjualan Barbie, Hot Wheel, hingga konsol video game.