Baccarat Skills Road List_Indonesia Casino_Betting odds_Baccarat China

  • 时间:
  • 浏览:0

Pendidikan di Jepang memang beLottery pLottery purchaseurchaserbeda. Khusus anak-anak yang baru masuk TK, mereka justru belum diajarkan membaca dan menulis karena hanya bermain saja. Akan tetapi, bermain yang diajarkan  untuk anak TK di Jepang tentunya sambil menyisipkan nilai-nilai dan tanggung jawab untuk naik ke jenjang sekolah dasar.

Meski jadwalnya terbilang full, namun anak-anak hanya disuruh bermain dan bersosialisasi dengan teman-temannya. Mereka juga harus diantar oleh salah satu orang tuanya. Pada jam sekolah, anak-anak bisa dengan bebas bermain permainan yang disediakan di sekolahan. Bahkan guru dan kepala sekolah pun juga sesekali ikut anak-anak bermain. Di Jepang, guru dan kepala sekolah hanya menggunakan pakaian santai agar leluasa bermain dengan anak.

Photo by Yan KrukoLottery purchasev from Pexels

Photo by Pavel Danilyuk from Pexels

Pelajaran yang disediakan hanya melukis dan membuat prakarya. Sebelum jam sekolah di akhiri, para guru memanggil orang tua anak untuk menceritakan kegiatan apa saja di hari itu. Selama wali kelas ngobrol dengan orang tua murid, anak-anak biasanya menunggu sambil bermain di area sekolah. Setelah jam pulang sekolah, biasanya para orang tua siswa juga ngobrol sejenak dengan orang tua lainnya untuk bersosialisasi. Kayaknya seru banget ya, Moms.

Itulah cerita tentang pengalaman seorang ibu yang menyekolahkan anaknya di Jepang. Suasaa TK di Jepang juga tergolong unik ya Moms, nggak heran kalau anak-anak di sana lebih cepat mandiri. Semoga bermanfaat, ya!

Di Jepang, anak-anak TK sudah dilatih dengan sosialisasi mitigasi bencana yang lengkap dengan mobil patrolinya. Kegiatan sekolah lainnya juga diajarkan dengan menanam ubi dan bersosialisasi dengan manula di sekitar sekolahan. Pada kegiatan piknik, biasanya anak-anak akan dipasangkan dengan temannya dan diharuskan saling menjaga satru sama lain.

Berikut hal-hal menarik seputar suasana anak TK di Jepang:

Yang menarik dari TK di Jepang ini adalah anak-anak diharuskan membawa peralatannya sendiri. Mereka membawa perlengkapan makan, tas tangan yang isinya buku cerita bergambar dari sekolah, sikat gigi beserta gelas plastik untuk berkumur dan lain-lain. Pantas saja barang bawaan anak-anak di Jepang selalu banyak soalnya memang diwajibkan membawa apa-apa sendiri. Pada jam makan siang pun mereka juga makan sendiri-sendiri dan nggak ada guru yang menyuapi. Hal tersebut tentunya melatih anak agar mandiri sejak dini.

Ngomongin soal sekolah untuk anak TK, ada cerita menarik dari orang tua yang telah menyekolahkan anaknya di Jepang. Hal tersebut karena suami yang sedang bertugas di Jepang, lalu ibu tersebut menyekolahkan anaknya di salah satu TK di daerah Kansai, Jepang. Bagi seorang ibu yang menyekolahkahkan anak TK di Jepang, tentunya punya cerita menarik selama anaknya bersekolah di Negeri Sakura tersebut.

Bagi orang tua yang sibuuk, mereka bisa menitipkan anaknya mulai jam pulang sekolah sampai jam 5 sore. Selain itu, fasilitas TK di Jepang juga ada kolam renang kecil dan arena bermain anak yang dilengkapi dengan perosotan dan ayunan. Untuk masing-masing kelas biasanya hanya diisi oleh 30 anak. Setiap kelas juga terdiri dari 1 guru, guru tambahan untuk anak berkebutuhan khusus, kepala sekolah dan tukang kebun. Pada hari Minggu, anak-anak diperbolehkan meminjam buku cerita bergambar dari sekolah.

Photo by Pragyan Bezbaruah from Pexels

Photo by Alex Green from Pexels

Setiap orang tua pasti ingin agar anaknya bisa mengenyam pendidikan di sekolah yang mampu memberikan pembelajaran mengenai karakter, bukan hanya akademik semata. Itulah mengapa, beberapa orang tua cenderung memilih sekolahan terbaik untuk anak yang akan memasuki sekolah playgroup maupun TK. Hal tersebut dilakukan agar anak-anak mendapatkan pendidikan terbaik sejak dini, meski di usia ini anak cenderung lebih senang bermain.

Photo by Naomi Shi from Pexels