Pembantaian My Lai, Salah Satu Kebrutalan Pasukan AS dalam Perang「Texas Hold'em」 Vietnam Halaman 2

  • 时间:
  • 浏览:0

Dia juga Texas Hold'emmeTexas Hold'emncegah kompatTexas Hold'emriotnya tersebut melanjutkan pembantaian terhadap warga desa yang tak berdosa itu.

Hingga akhirnya, seorang jurnalis investigasi bernama Seymour Hersh memecahkan kisah mengerikan tersebut dan menuliskannya pada 1969.

Dia dinyatakan terbukti membunuh 22 orang penduduk desa. Awalnya, William dijatuhi hukuman seumur hidup. Tetapi, dia hanya menjalani 3,5 tahun masa hukuman sebagai tahanan rumah.

Pembantaian dilaporkan berakhir ketika seorang pilot helikopter Angkatan Darat AS, Sersan Mayor Hugh Thompson, mendaratkan pesawatnya di antara kompatroitnya.

Ketiganya bahkan sempat dicap sebagai pengkhianat oleh sejumlah anggota Kongres AS.

Akhirnya, sebanyak 26 prajurit didakwa melakukan kejahatan perang tetapi hanya komandan peleton Letnan William Calley Jr yang dinyatakan bersalah.

Baca juga: Kisah Perang Anglo-Zanzibar: Baru 2 Menit Sultan Kabur, Istana Hancur, 38 Menit Selesai

Baca juga: Sempat Ramaikan Dunia Maya, Inilah Kisah Asal-usul Meme

Pembantaian My Lai dan upaya perwira tinggi Angkatan Darat AS yang menutupinya memicu badai kemarahan serta semakin mempertajam sentimen anti-perang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

Setelah itu, pembantaian My Lai menjadi berita di halaman depan berbagai koran dan menggemparkan dalam negeri AS maupun internasional.

Meski kisah pembantaian My Lai sudah dipecahkan, sebanyak tiga tentara AS yang mencoba menghentikan pembantaian itu dan menolong warga sipil justru dikucilkan.

Thompson terkejut dengan pembantaian terhadap warga sipil tak berdosa lantas mengadang rekan-rekannya.

Baca juga: 9 Kisah Ramalan Sejarah dari Kerajaan China Kuno hingga Napoleon III

Pembantaian My Lai juga mendorong perlawanan warga AS terhadap keterlibatan “Negeri Paman Sam” dalam Perang Vietnam.

Sejumlah perwira tinggi Angkatan Darat AS mencoba sekuat tenaga menutupi pembantaian itu selama lebih dari setahun.

Baru 30 tahun setelah insiden tersebut ketiga tentara AS tersebut mendapatkan pengakuan dan bintang jasa karena melindungi warga sipil di medan perang.