Klaim Herd Immunity Jakarta Berbahaya, Ada 2 Juta 「Baccarat APP」Anak Belum Divaksin Covid

  • 时间:
  • 浏览:0

Oleh: Windy Liem dan Santi Kusumaningrum

Pertama, Baccarat APPBaccarat APPBaccarat APPKekebalan kelompok atau herd immunity adalah kondisi ketika suatu populasi telah kebal terhadap suatu penyakit menular, baik melalui vaksinasi maupun kekebalan alami karena pernah terinfeksi.

Beberapa epidemiolog mengkritik klaim tersebut karena sejumlah parameter belum terpenuhi. Salah satunya, herd immunity tidak bisa dicapai hanya dengan cakupan vaksinasi, apalagi masih terdapat kelompok yang belum bisa menerima vaksin, yaitu anak di bawah 12 tahun.

Pemerintah DKI Jakarta bulan lalu mengklaim Jakarta sudah mencapai herd immunity atau kekebalan kawanan. Setelah klaim itu, DKI mulai melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas di sekitar 610 sekolah PAUD hingga SMA dan SMK dengan protokol kesehatan.

PEMBUAT kebijakan sedang berlomba untuk segera lepas dari jerat pandemi yang telah membatasi gerakan masyarakat lebih dari satu setengah tahun terakhir.

Pada saat yang sama, risiko tertular dan kesempatan anak-anak bertahan hidup dan bertumbuh-kembang dalam pandemi banyak dipengaruhi oleh berbagai faktor sosial,

Namun efektivitas vaksin dan durasi perlindungan yang berbeda-beda dari berbagai vaksin yang tersedia di Indonesia membuat kondisi sebenarnya menjadi lebih rumit. Bisa jadi kita baru tahu bahwa herd immunity telah tercapai setelah kondisinya sudah benar-benar terjadi.

Pemerintah Indonesia memang menargetkan cakupan vaksinasi 70% untuk bisa mencapai kekebalan komunitas. Namun ada beberapa permasalahan dari klaim tersebut.

Cara yang paling dianjurkan untuk mencapai kondisi tersebut adalah melalui vaksinasi sejumlah besar populasi. Sebuah penelitian di Indonesia memperkirakan perlu 75% populasi yang divaksin untuk dapat mencapai herd immunity.

Kebijakan melonggarkan pembatasan gerakan masyarakat di beberapa wilayah, termasuk sekolah tatap muka terbatas, bisa menjadi risiko baru untuk anak-anak bila persiapan pencegahan dan responnya tidak mempertimbangkan faktor-faktor tersebut secara menyeluruh.

Baca juga: 7 Syarat Sekolah Tatap Muka dari IDAI agar Anak Tetap Aman

Karena pandemi ini belum berakhir, kebijakan PTM terbatas harus diiringi kesiapan mitigasi menyeluruh, dipantau, dievaluasi, dan terus-menerus diperbaiki.

Dari pengolahan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2020, kami memperkirakan ada sekitar 2,1 juta penduduk Jakarta yang berusia 0-11 tahun. Mereka adalah 20,21% penduduk Jakarta yang sama sekali belum terlindungi oleh vaksin dan belum aman dari ancaman Covid-19. Kita harus mencegah kemunculan klaster Covid-19 di sekolah dengan mitigasi yang memadai.

Selama lebih dari satu setengah tahun pandemi ini, banyak riset semakin memperjelas bagaimana virus Covid-19 menyebar, termasuk pada anak-anak. Kita masih perlu banyak pendalaman tentang risiko kematian akibat Covid-19 pada anak-anak, yang juga relatif tinggi di Indonesia.

Berbagai riset memang menunjukkan bahwa pembelajaran jarak jauh kurang efektif dibandingkan tatap muka. Bahkan pembelajaran online mempertajam ketimpangan pembelajaran.

Akhir Agustus lalu, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, mengatakan Jakarta telah mencapai herd immunity berdasarkan cakupan vaksin DKI yang telah mencapai 70% penduduk, ditambah 14,9% yang pernah terinfeksi.

Baca juga: Epidemiolog: Sekolah Harus Tutup Sementara jika Ada 2 Orang Terinfeksi Covid-19

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email